Senin, 28 Mei 2012

praktikum 2 (morfologi tumbuhan)


LAPORAN PRAKTIKUM
MORFOLOGI TUMBUHAN
(AHAY 324)

DAUN (FLOIUM)


3 SKS
SEMESTER II B

DOSEN : H. SUHADI, M.PD

OLEH :
RAMAYANTI
NPM 30611E4055
KELOMPOK 1


KELAS E (KANDANGAN)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
STKIP PGRI  BANJARMASIN
TAHUN AKADEMIK 2011/2012



PRAKTIKUM I
DAUN (FLOIUM)

I.            TUJUAN
Ø  Mengenal bagian bagian daun
Ø  Mengenal daun lengkap dan tidak lengkap
Ø  Mengenal daun tunggal dan daun majemuk
Ø  Mengetahui tata letaka daun pada batang

II.            WAKTU DAN TUJUAN
Waktu      : Jum’at,  18 Mei 2012
TUlang     : SMPN 3 Kandangan

III.            TEORI DASAR
A.    Bagian bagian Daun
Daun yang lengkap memiliki bagian-bagian berikut :
1.      Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2.      Tangkai daun (petioles)
3.      Helaian daun (lamina)
Kebanyakan tumbuhan mempunyai daun yang kehilangan satu atau dua bagain dati tiga bagian tersebut di atas. Daun yang demikian dinamakan daun tidak lengkap.
Mengenal susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan :
a.       Hanya terdiri atas tangkai dan helaian daun saja; lazimnya di sebut daun bertangakai.
b.      Daun yang terdiri atas upih dan helaian daun yang demikian ini di sebut daun berupih atau daun bepelepah.
c.       Daun hanya terdiri atas helain saja, tanpa upih dan  tangkai, sehingga helain langsung duduk pada batang. Daun yang demikian susunannya di namakan daun duduk. Daun yang hanya terdiri atas helaian daun saja dapat mempunyai pangkal yang demikian lebarnya, hingga pangkal daun tadi seakan akan melingkari batang atau memeluk batang, oleh sebab itu juga dinamakan daun memeluk batang.
d.      Daun hanya terdiri atas tangkai saja, dan dalam hal ini tangkai tadi biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun, jadi merupakan suatu helaian daun semu atau palsu, dinamakan: filodia.

B.     Bangun (Bentuk) Daun (Circumscriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar itu dapat dibedakan 4 golongan daun, yaitu daun dengan :
1.      Bagian yang terlebar terdapat kira-kira di tengah-tengah helaian daun
a.       Bulat atau bundar (orbicularis)
b.      Bangun perisai (peltatus)
c.       Jorong (ovalis atau elliptus)
d.      Memanjang (oblongus)
e.       Bangun lanset (Lanceolatus)

2.      Bagian  yang terlebar terdapat di bawah tengah-tengah helaian daun
Daun daun yang mempunyai bagain yang terlebar dibawah tengah-tengah helaian dauannya dibedakan dalam dua golongan. Yaitu :
a.      Pangkal daunnya tidak bertoreh, dalam golongan ini kita dapati bentuk-bentuk berikut :
1)      Bangun bulat telur (ovatus)
2)      Bangun segi tiga (triangularis)
3)      Bangun delta (deltoideus)
4)      Bangun belah ketupat (rhomboideus)

b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk, dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun berikut :
1)      Bangun jantung (cordatus)
2)      Bangun ginjal atau kerinjal (reniformis)
3)      Bangun anak panah (sagittatus)
4)      Bangun tombak (hastatus)
5)      Bertelinga (auriculatus)

 



 


 


 

 
3.      Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun.
Dalam hal yang sedemikian kemungkinan bangun daun yang dapat kita jumpai ialah :
a.      Bangun bulat telur sungsang (obovatus)
b.      Bangun jantung sungsang (obcordatus)
c.       Bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus)
d.      Bangun sudip atau bangun spatel atau solet (sothulatus)

4.      Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hamper sama lebar
a.      Bangun garis (linearis)
b.      Bangun pita (ligulatus)
c.       Bangun pedang (ensiformis)
d.      Bangun paku atau dabus (subukatus)
e.       Bangun jarum (acerosus)

C.    Ujung daun (Apex Folil)
a.      Runcing (acutus)
b.      Meruncing  (acuminatus)
c.       Tumpul (obtusus)
d.      Membulat (rotundatus)
e.       Rompang (truncotus)
f.       Terbelah (retusus)
g.      Berduri (mucronatus)

D.    Pangkal Daun (Basisi Folil)
a.      Runcing (acutus)
b.      Meruncing  (acuminatus)
c.       Tumpul (obtusus)
d.      Membulat (ritundatus)
e.       Romping atau rata (truncotus)
f.       Berlekuk (emarginatus)

E.     Susunan Tulang-tulang Daun (Nervantio atau Venatio)
Tulang tulang daun menurut besar kecilnya dibedakan dalam 3 macam, yaitu :
1.      Ibu tulang (coasta), ialah tulang yang biasanya terbesar, merupakan terusan tangkai daun.
2.      Tulang tulang cabang (nervus lateralis), ialah tulang tulang yang lebih kecil dari pada ibu tulang dan perpangkal pada ibu tulang. Tulang cabang yang langsung berasal dari ibu tulang dinamakan tulang cabang tingkat 1, cabang tulang cabang tingkat 1 dinamakan tulang cabang tingkat 2 , demikian seterusnya.
3.      Urat-urat daun (vena), ialah tulang tulang cabang pula, tetapi yang kecil atau lembut dan satu sama lain beserta tulang tulang yang lebih besar membentuk susunan seperti jala, kisi, atau lainnya.

Dalam daun, tulang tulang cabang tingkat 1 yang tumbuh kesamping, jadi kearah tepi daun, dapat memperlihatkan sifat-sifat berikut :
a.       Tulang cabang tadi mencapai tepi daun
b.      Tulang cabang tadi berhenti sebelum mencapai tepi daun
c.       Tulang tulang cabang bersatu dengan tulang cabang lainnya.
Berdasarkan susunan tulang daun di bedakan menjadi 4 golongan, yaitu :
a.      Daun bertulang menyirip (penninervis)
b.      Daun bertulang menjari (palminervis)
c.       Daun bertulang melengkung (cervinervis)
d.      Daun bertulang sejajar (rectinervis)

F.     Tepi Daun (Margo Folil)
1.      Bertepi Rata (integer)
2.      Bertoreh (divisus)
Daun dengan tepi bertoreh merdeka (yaitu toreh toerh yang tidak mempengaruhi atau mengubah bangun asli daun biasanya tidak terlalu dalam dan letaknya tidak tergantung pada jalannya tulang tulang daun)
a.      Bergerigi (serratus)
b.      Bergerigi ganda atau rangkap (biserratus)
c.       Bergiri (dentakus)
d.      Beringgit (crenatus)
e.       Berombak (repandus)

G.    Warna Daun
Umumnya daun berwarna hijau, tetapi tak jarang pula di jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Misalnya : merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, hijau tua, atau hujaiu kekuningan


H.    Permukaan Daun
a.      Licin (laevis),dalam hal ini permukaan daun dapat kelihatan Mengkilap (nitidus), Suram (opacus), dan Berselaput lilin (pruinosus)
b.      Gundul (glaber)
c.       Kasap (scaberi)
d.      Berkerut (rugosus)
e.       Berbingkul-bingkul (bullatusi)
f.       Berbulu (pilosusu)
g.      Berbulu halus dan rapat (villosus)
h.      Berbulu kasar (hispidus)
i.        Bersisik (Lepidus)

I.       Daun Majemuk (Folium Compositium) Dan Daun Tunggal (Folium Simplex)
Daun Majemuk yaitu pada tangakai daun terdapat tangkai cabang-cabang yang lebih dari datu tangkai atau banyak. Pada suatu daun majemuk dapat di bedakan bagian-bagian  ibu tangkai daun (potiolus communis), tangkai anak daun (petiololus), dan  anak daun (foliolum).

Menurut susunan anak daun pada ibu tangkainya, daun majemuk dapat dibedakan dalam 4 golongan :
a.      Daun mejemuk menyirip (pinnatus)
b.      Daun mejemuk menjari (palmatus)
c.       Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
d.      Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)

Daun Tunggal yaitu pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun saja.

J.      Tata Letak Daun Pada Batang (Phyliotaxis atau Dispositio Foliorum)
Bagian batang atau cabang tempat duduknya suatu daun di sebut buku buku batang (nodus). Sedang bagian batang anatara dua buku-buku dinamakan ruas (internodium).
Untuk mengetahui bagaimana tata letak daun pada batang, harus ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah daun yang terdapat pada satu buku buku batang yang kemungkinan ialah
a.      Pada tiap buku buku batang hanya terdapat satu daun
Jika demikian keadaannya, maka tata letak daun dinamakan tesebar (foilia sparsa), walaupun dinamakan tersebar namun pada berbagai jenis tumbuhan tata letak daun tersebar, kadang kadang kelihtan daun daun yang duduknya rapat berjejal jejal susunan demikian disebut suatu :roset (rosula), yang di bedakan menjadi dua :
1)      Roset akar, yaitu juka batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal jejal di atas tanah
2)      Roset batang, yaitu jika daun yang rapat berjejal jejal itu terdapat pada ujung batang

b.      Pada tiap buku buku batang terdapat dua daun
Tata letak yang daun yang demikian ini dinamakan: berhadapan silang (folia op. posita atau folia decussata)
c.       Pada tiap buku buku batang terdapat lebih dari dua daun
Tata letak daun yang demikian ini di namakan berkarang (folia verticillata )

IV.            ALAT DAN BAHAN
a.       Alat
1.      Pensil
2.      Penghapus
b.      Bahan
1.      Daun Keladi (Caladium bicolor)
2.      Daun Akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.)
3.      Daun Padi (Oryza sativa L.)
4.      Daun Kupu-kupu (Bauhinia tomentosa L.)
5.      Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes)
6.      Daun Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz)
7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.)

V.            CARA KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Mengamati :
ü  Bagian bagian Daun
ü  Bangun (Bentuk) Daun (Circumscriptio)
ü  Ujung daun (Apex Folil)
ü  Pangkal Daun (Basisi Folil)
ü  Susunan Tulang-tulang Daun (Nervantio atau Venatio)
ü  Tepi Daun (Margo Folil)
ü  Warna Daun
ü  Permukaan Daun
ü  Daun Majemuk (Folium Compositium) Dan Daun Tunggal (Folium Simplex)
ü  Tata Letak Daun Pada Batang (Phyliotaxis atau Dispositio Foliorum)
3.      Menggambar dan memberi keterangan dari hasil pengamatan

VI.            HASIL PENGAMATAN
1.      Daun Keladi (Caladium bicolor), menurut hasil pengamatan :

2.      Daun Akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.), menurut hasil pengamatan :


3.      Daun Padi (Oryza sativa L.), menurut hasil pengamatan :

4.      Daun Kupu-kupu (Bauhinia tomentosa L.), menurut hasil pengamatan :


5.      Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes), menurut hasil pengamatan :

6.      Daun Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz), menurut hasil pengamatan :


7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.), menurut hasil pengamatan :


VII.               ANALISIS DATA
1.      Daun Keladi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae 
Kelas: Monocotyledoneae 
Bangsa: Arales 
Suku: Araceae 
Marga: Caladium 
Jenis: (Caladium bicolor)
Daun keladi merupakan daun lengkap karena mempunyai tangkai daun, helaian daun dan  pelepah daun.
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar, daun keladi termasuk golongan daun : bagian yang tersebar berada ditengah tengah helaian daun berbentuk perisai (pellatus)
Ujung daun keladi berbentuk meruncing (acuminatus). Dan bentuk pangkal daun berlekuk. Susunan tulang daun keladi yaitu bertulang menyirip dan terdapat jenis tulang daun yaitu ibu tulang daun, tulang daun tingkat 1, tulang daun tingkat 2, dan ura-urat daun.
Dalam garis besarnya tepi daun keladi termasuk daun dengan tepi yang merdeka “berombak”. Daun keladi mempunyai warna hijau serta permukaan daun yang berselpaut lilin, dan termasuk daun tunggal. Disebut daun tunggal karena pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun saja.
Pada tiap buku batang hanya terdapat satu daun, maka ata letak daun keladi dinamakan roset akar karena batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal diatas tanah.

2.      Daun Akasia
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
            Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
             Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
                         Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
              Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
              Sub Kelas: Rosidae
              Ordo: Fabales
                        Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
            Genus: Acacia
Spesies: (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.)
Daun akasia merupakan daun tidak lengkap karena daun hanya terdiri dari  tangkai saja, dan pada daun akasia ini tangkai daun menjadi pipih sehingga menyerupai balahan daun, jadi merupakan suatu helain daun semu atau palsu.
Helaian daun semu tersebut bertepi rata, memiliki warna hijau dan permukaan yang kasap (scaber). Termasuk daun mejemuk yang tata letak daunnya pada batang tersebar. Di sebut tersebar  karena pada tiap buku buku batang hanya terdapat satu daun.

3.      Daun Padi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
            Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
            Sub Kelas: Commelinidae
            Ordo: Poales
            Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
            Genus: Oryza
            Spesies: (Oryza sativa L.)
Daun padi merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki bagian pelepah dan helaian daun yang biasa di sebut daun berpelepah.
Berdasarkan  letak bagian daun yang terlebar, daun padi termasuk golongan tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hamper sama lebar berbentuk bangun garis
Ujung daun padi berbentuk meruncing (accuminatus), dan pangkal daun padi berbentuk tumpul. Susunan tulang daun yaitu bertulang sejajar
Dalam garis besarnya tepi daun padi termasuk daun dengan  tepi bertoreh yang merdeka yang bertepi rata.
 Daun  padi mempunnyai warna hijau serta permukan daun berbulu kasar .dan termasuk daun tunggal. Disebut daun tunggal karena pada tankai daun hanya terdapat satu helaian saja.
Pada buku buku batang hanya terdapat satu daun, maka tata letak daun padi dinamakan roset akar karena batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal di atas tanah.
   
4.      Daun Kupu-kupu
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Bauhinia
Spesies: (Bauhinia tomentosa L.)
Daun kupu-kupu merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai dan helaian daun yang lazimnya disebut daun bertangkai.
Berdasarkan letak bagian daun yang tersebar daun kupu-kupu termask golongan : bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun berbentuk bulat atau bundar.
Ujung daun kupu-kupu berbentuk terbelah (retusus) dan bentuk pangkal daun kupu-kupu berbentuk berlekuk. Susunan tulang daun kupu-kupu yaitu bertulang menjari dan terdapat jenis tulang daun yaitu ibu tulang, tulang cabang tingkat 1, tulang cabang tingkat 2, serta urat-urat daun yang mencapai tepi daun.
Dalam garis besarnya tepi daun kupu-kupu termasuk daun dengan tepi bertoreh merdeka “bertepi rata”.
Daun keladi mempunyai warna hijau serta permukaan licin (leavis) yang suram (opacus). Dan termasuk daun tunggal.
Tata letak daun keladi dinamakan tersebar (folia spars) karena pada tiap buku buku batang hanya terdapat satu daun.

5.      Daun Eceng Gondok
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Alismatidae
Ordo: Alismatales
Famili: Butomaceae
Genus: Eichornia
Spesies: (Eichornia crassipes)
Daun eceng gondok merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai dan helain daun saja yang lazimnya disebut daun bertangkai.
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar daun eceng gondok termasuk golongan bagian yang terlebar  berada di tengah tengah helaian daun berbentuk bulat.
Ujung daun eceng gondok berbentuk membulat (rotundatus) dan bentuk pangkal daun berlekuk. Permukaan daun Mengkilap (nitidus)Tidak mempunyai tulang daun hanya susunan urat urat daun berbentuk melengkung yang mencapai tepi daun berbentuk rata merupakan daun tunggal.
Berdasarkan tata letak daun pada batang. Daun eceng gondok terletak yang di sebut roset akar karena batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal diatas tanah.

6.      Daun Ubi Kayu
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphorbiales
Famili: Euphorbiaceae 
Genus: Manihot
Spesies: (Manihot esculenta Crantz)
Daun ubi kayu merupakan daun yang tidak lengkap, karena hanya memiliki helaian dan tangkai daun yang lazimnya disebut daun bertangkai.
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar daun ubi kayu termasuk golongan bagian daun yang terlebar berada di tengah tengah helaian daun berbentuk bulat atau bundar.
Ujung daun ubi kayu berbentuk meruncing dan bentuk pangkal daun ubi kayu berlekuk. Susunan Tulang Daun ubi kayu yaitu daun bertulang menjari, dan terdapat tulang daun ibu, tulang cabang tingkat 1, serta urat-urat daun yang mencapai tepi daun.
Dalam garis besarnya tepi daun ubi kayu termasuk daun dengan tepi rata. Berwarna hijau tua serta mempunyai permukaan yang kasap. Termasuk daun tunggal yang tata letaknya pada batang disebut daun berkarang karena pada tetap buku-buku batang terdapat lebih dari daun

7.      Daun Mangga
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae 
Genus: Mangifera
Spesies: (Mangifera indica L.)
Daun mangga merupakan merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki helaian dan tangkai daun saja yang Lazimnya disebut daun bertangkai.
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar daun mangga ternasuk bagian yang terlebar berada pada tengah tengah daun “memanjang”.
Ujung daun mangga berbentuk meruncing dan pangkal daun mangga berbentuk tumpul. Daun mangga berwarna hijau dan mempunyai permukaan daun yang licin. Termasuk daun majemuk yang menyirip genap dengan jumlah anak daun gasal. Dan mempunyai susunan tulang daun yang menyirip.
Tata letak daun mangga pada daun mangga pada batang disebut berhadapan-bersilang karena pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun.



VIII.               KESIMPULAN
Hal yang diamati pada daun
Nama Daun
Keladi
Akasia
Padi
Kupu-kupu
Eceng Gondok
Ubi Kayu
Mangga
Bagian bagian daun
tangkai daun
Helaian daun
 Pelepah daun.
Tangkai
Helain daun semu

pelepah dan helaian daun
tangkai dan helaian daun
tangkai dan helain daun
helaian dan tangkai
helaian dan tangkai da
Bangun (bentuk) daun
perisai (pellatus)
-
Bangun garis (linearis)

Bulat atau bundar (orbicularis)
Bulat atau bundar (orbicularis)
Bulat atau bundar (orbicularis)
Memanjang (oblongus)
Ujung daun
meruncing (acuminatus)
-
meruncing (accuminatus)
terbelah (retusus)
membulat (rotundatus)
meruncing (accuminatus)
meruncing (accuminatus)
Pangkal daun
Berlekuk (emarginatus)
-
Tumpul (obtusus)

Berlekuk (emarginatus)
Berlekuk (emarginatus)
Tumpul (obtusus)

Tumpul (obtusus)

Susunan tulang daun
Daun bertulang menyirip (penninervis)
-
Daun bertulang sejajar (rectinervis)
Daun bertulang menjari (palminervis)
susunan urat urat daun berbentuk melengkung
Daun bertulang menjari (palminervis)
bertulang menyirip (penninervis)
Tepi daun
Berombak (repandus)
Bertepi Rata (integer)
Bertepi Rata (integer)
Bertepi Rata (integer)
Bertepi Rata (integer)
Bertepi Rata (integer)
Bertepi Rata (integer)
Warna daun
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Permukaan daun
Berselaput lilin (pruinosus)

kasap (scaber)
Berbulu kasar (hispidus)

licin (leavis) yang suram (opacus)
Mengkilap (nitidus)
kasap (scaber)
licin (leavis)
Termasuk daun tunggal / majemuk
daun tunggal
daun mejemuk
daun tunggal
daun tunggal
daun tunggal.

daun tunggal
daun majemuk
Tata letak daun pada batang
roset akar
tersebar (folia spars)
roset akar
tersebar (folia spars)
roset akar




IX.               DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, G. Morfologi Tumbuhan. Gadjahmada University Press. Yogyakarta :2003

0 komentar: